Email
Digg
Google
Facebook
Twitter
Reddit
Pinterest
StumbleUpon
Tumblr
english
bahasa
insiturec.com
insitu sessions volume 4
Email Digg Google Facebook Twitter Reddit Pinterest StumbleUpon Tumblr
Insitu Sessions Volume 4
Insitu Sessions Volume 1
Insitu Sessions Volume 4

Compilation of works performed at the February 12th 2017 Insitu Session at Tanah Lot, Kec. Tabanan, Bali.

The fourth volume in our ongoing Insitu Sessions series includes 8 new works recorded beneath two banyan trees near Tanah Lot temple. From Sarah Lecompte-Bergeron’s Menjadi Satu, recorded by a dancer wearing binaural microphones, to I Gede Putu Gita Kumara Putra’s Rakêt, which draws inspiration from West African drumming, each piece creates and explores its own sonic territory. The resulting variety is indicative of the diverse sounds inspiring gamelan music today as well as the many composers pushing its boundaries. Highlights include I Putu Purwwangsa Nagara’s massive Klausal Organis, performed on 12 gender wayang, and I Wayan Situbanda’s Traffic Light, performed by 3 players each using 3 small gongs.

duration: 59 min. 19 sec.
format: .WAV .MP3 (audio) .MP4 (video)

Will also be available on CD and DVD in select locations. Click here for details.
2017

Title Composer(s)
Listen
 
Traffic Light I Wayan Situbanda
buy
Nafas Ida Bagus Hery Yoga Permadi
buy
Halusinasiku I Putu Suta Muliartawan
buy
Ujan Memedi I Putu Arya Deva Suryanegara
buy
Klausal Organis I Putu Purwwangsa Nagara
buy
Menjadi Satu Sarah Lecompte-Bergeron
buy
Rakêt I Gede Putu Gita Kumara Putra
buy
Metamorfosis I Nyoman Resa Angga Nurbawa
buy
bonus tracks
Title Track Info
Listen
 
Promo (remix / smash up) Insitu Recordings
 
Credits (remix / smash up) Insitu Recordings
 
videos
photos
extended notes
Track 1 - Traffic Light
Benda yang mengeluarkan3 warna berbedadalam waktu yang berbeda pula. Banyak sekali orang-orang yang masih belum mengerti tentang arti dari lampu tersebut. Dari ketiga warna dan ketiga posisi dari lampu tersebut merupakan sebuah jajaran yang perlu diulas karena setiap warna memiliki pengaruh yang sangat hebat bagi kelancaran arus lalu lintas. Pada kesempatan kali ini composer mencoba mengungkapkannya dalam sebuah karya musik yang mengambil ide dari traffic light dengan media ungkap reong.
 
Composer I Wayan Situbanda (Banda)
Musicians I Wayan Ari Widyantara (Arik Pejeng)
  I Putu Wahyu Andika (Wahyu)
  I Wayan Situbanda (Banda)

Track 2 - Nafas
Nafas dan roh merupakan inti dari sebuah kehidupan, terutama kehidupan manusia. Seiring berfungsinya kedua hal tersebut, maka akan ada banyak masalah dan pengaruh yang diperoleh. Sehinga karakter asli semakin terkikis. Fenomena tersebut sangat menginspirasi penata untuk merealisasikannya kedalam sebuah karya seni karawitan. Dibingkai dengan sebuah konsep “Nafas”, suatu wujud riil nafas yang terwujud dalam sebuah karya seni karawitan dan sarat akan roh yang terdapat di dalam diri penata dan musisi yang memainkan karya ini. Melalui media ungkap jegogan semara pagulingan, jublag semara pagulingan, dan pemade semara pagulingan, kiranya pendekatan karya dalam konteks konseptual dapat dicapai.
 
Composer Ida Bagus Hery Yoga Permadi (Gus Hery)
Musicians  I Putu Gede Andika Yoga
  I Made Yoga Pradnyana
  I Made Yogi Pratama
  I Nyoman Tri Juliarta
  I Gusti Ngurah Agung Pribadi Putra
  Ida Bagus Hery Yoga Permadi (Gus Hery)

Track 3 - Halusinasiku
Gangguan persepsi namun sadar apa yang dilakukan dalam proses untuk sebuah jati diri. Perjalanan tahap awal sebagai pemula yang nantinya masih banyak kekurangan. Penata terinspirasi dari kesengajaan mengolah nada-nada yang tidak biasa didengar dengan pertimbangan elemen-elemen musik menjadi suatu karya musik baru dengan judul “HalusinasiKU”.
 
Composer I Putu Suta Muliartawan (Jo)
Musicians I Putu Daniswara
  I Putu Agus Wahyu Budiasa
  I Gede Yudana

Track 4 - Ujan Memedi
Ujan Memedi adalah sebuah istilah yang menyebutkan adanya fenomena alam yakni turunnya hujan disertai teriknya sinar matahari. Hujan ini sering tidak terdeteksi, sebab sinar matahari memanipulasi awan mendung. Alhasil manusia tidak dapat melakukan persiapan apapun sebelum hujan turun, Namun itu bagiku adalah alam sedang memainkan musik, ketika tetesan air hujan mengenai gamelanku. Tak berdaya, aku merelakan gamelanku basah kuyup bersama hujan. “Suara itu bangkitkan imajinasi musikku” (Terima kasih Tuhan).
 
Composer I Putu Arya Deva Suryanegara (Arya)
Group Naradha Gita Entertainment (#NAGi)
Gender I Made Putra Antara (Gogon)
  I Kadek Sumanjaya (Dek Agus)
Penyongnyong Selonding (Alit & Ageng) Nyoman Astadi Jaya Pramana (Mang Adi)
  I Gede Galang Parwata (Galang)

Track 5 - Klausal Organis
Komposisi ini berawal dari sebuah ide yaitu dimainkan secara berbanyak atau kolosal. Klausal Organis terdiri dari dua kata yaitu, klausal yang berarti saling keterkaitan konsep atau permasalahan dan Organis/organic adalah sesuatu yang bisa diolah. Jadi, Klausal Organis ialah sesuatu yang diolah sesuai rasa dan akal dari composer dengan mengkaitkannya dengan konsep yang digunakan. Persepsi penggarap pada komposisi ini dituangkan kedalam suatu komposisi gending gender masal yang berjumlah tiga jaringan gender wayang, yang bernuansa tradisi dan beralih ke moder(kekinian).
 
Composer I Putu Purwwangsa Nagara (Wawan)
Musicians I Gede Adi Merdangga
  I Putu Agus Darmajaya
  I Kadek Tunas Sanjaya
  Kadek Agus Pusaka Adi Putra
  I Gede Febi Widhi Cahyadi
  I Made Bayu Puser Bumi (Bayu)
  I Made Winantara
  I Gede Eka Jaya Kusuma
  Pande Made Widnyana
  I Putu Oka Ariyasa
  I Putu Wibawa Putra
  I Putu Purwwangsa Nagara

Track 6 - Menjadi Satu
This piece is about the relationship between musicians, dancers, and audience. Four kajar are arranged in a circle, each kajar gives a different metric (11, 10, 7 and 5 beats) to a group of four reong or trompong. The dancer acts as a conductor, an extension of the listener, and a sound engineer. In some parts, he gives cues for the music to change. In other parts, the dancer is guided by the music, discovering the inside of the sound by moving through it. The binaural microphones he wears make it possible for the listener to feel like being part of the artistic event. The audience is invited to understand the movements of the dancer only by listening, as hearing the motion through space is more obvious with this type of recording. Some instruments might be less or not at all audible depending on the dancer’s distance from the source but they are still played. Every performance varies, since the dancer can freely influence many of the piece’s aspects. Every participant has to be attentive to the others in order to adjust his/her own part. The musicians, dancer, and listener become one.
 
Composer Sarah Lecompte-Bergeron (Sarah)
Group Naradha Gita Entertainment (#NAGi)
Dancer I Ketut Gede Agus Adi Saputra (Adi)
Kajar I Putu Arya Deva Suryanegara (Arya)
  I Made Mondana (Mondana)
  Nyoman Astadi Jaya Pramana (Mang Adi)
  I Made Agus Tara (Gus Tara)
Riong I Made Putra Antara (Gogon)
  I Made Dwika Putra Sanjaya (De Sabar)
  I Gede Hery Sudarma (Gedu)
  I Gede Galang Parwata (Galang)
  I Kadek Sumanjaya (Dek Agus)
  I Wayan Gede Purwa Adikara (Yan De)
  Kadek Sandi Adnyana (De Sandi)
  Kadek Prema Nandayana (Prema)

Track 7 - Rakêt
Sebuah komposisi musik perkusi yang terinspirasi dari karya Rampak Djembe (Composer Hari Mahardika), dan terkonsep dari istilah Bali yaitu, NGATEP/RAKET (Bersamaan). Disini composer mencoba menuangkan ide musikalnya melalui media ungkap kendang Bali. Adapun instrument yang digunakan yaitu, kendang cedugan, kendang kerumpung, kendang cedut, kendang angklung dan instrument tambahan berupa kecek, dan gong pulu.
 
Composer I Gede Putu Gita Kumara Putra (Gestok)
Musicians Ida Bagus Bayu Raditya (Gus By)
  I Komang Budiasa (Komo)
  I Gede Agustina Yoga Putra
  I Made Juni Andika (Joey)
  Putu Wira Pranata
  Pande Putu Yuda Pranata
  I Made Rino Erawan

Track 8 - Metamorfosis
Dari telur, ulat, kepompong, dan akhirnya menjadi kupu-kupu. Begitu juga karya musik ini, idenya muncul dari proses kehidupan kupu-kupu yang biasa disebut dengan metamorfosis. Penata mencoba untuk membuat karya yang sederhana, dimana cara kerjanya sama seperti siklus kehidupan kupu-kupu tersebut. Dari yang terkecil menjadi yang sempurna. Dan juga kita harus sadar, sebelum menginjak yang sempurna, kita harus melalui proses-proses sebelumnya.
 
Composer I Nyoman Resa Angga Nurbawa (Mang Angga)
Musicians I Wayan Yudi Artha
  I Made Ananta Kusuma
  Pande Kadek Ega Sasdicka
  I Kadek Agus Pusaka Adi Putra

Recording Session Credits
Recorded at Tanah Lot, Kab. Tabanan, Bali on February 12th 2017.
 
Recording/Photos/Videos Jonathan Adams (Jonathan)
  Yan Priya Kumara Janardhana (Janu)
  I Putu Arya Deva Suryanegara (Arya)
  I Putu Gede Sukaryana (Balot)

Email Digg Google Facebook Twitter Reddit Pinterest StumbleUpon Tumblr
2017